Dies Natalis MAHAPASTIE ke-30 yang digelar di Auditorium ' Semeru ' (11/11/2017)

WiGa,- Di usia yang ke – 30 merupakan  usia yang matang. Namun perlu untuk  mewaspadai. Dengan  menghilangkan rasa malas, sombong, dan tetap dengan menjunjung tinggi  filosofi padi. Semakin matang semakin merunduk.  Tentu saja dengan tetap eksis  dan berkiprah  sesuai dengan tugasnya  serta terus  memberikan pencerahan.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama STIE Widya Gama Lumajang, Mohammad Hudi Setyobakti SE. MM di sela-sela Dies Natalis MAHAPASTIE (Mahasiswa Pecinta Alam STIE Widya Gama) pada (11/11/2017) malam di Auditorium ‘ Semeru ‘ Dihadiri, jajaran pengurus MAHAPASTIE, jajaran rektorat dan  BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa).

Lebih lanjut Hudi, panggilan akrabnya, mengungkapkan mencintai alam tidak hanya soal urusan naik turun gunung. ‘’ Cintai alam dengan  sesungguhnya,’’ katanya. Yaitu dengan  mengembangkan modal sosial kepada  alam. ‘’ Hal ini bisa dilakukan  dengan berbagai cara,’’ tambahnya. Intinya, bagaimana  bersahabat dengan alam  dalam makna yang seluas-luasnya. Sementara  berkaitan dengan Dies Natalis sendiri, Hudi  memaknai  sebagai ikhtiar  untuk  merefleksikan diri.  ‘’ Sudahkah secara individu atau kelembagaan mmpu mengimplementasikan nilai yang terkandung dalam cita-cita  MAHAPASTIE,’’ tandasnya. ( Nul )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *