Peduli Alam, STIE Widya Gama Tanam 3 Ribu Pohon

Ketau STIE Widya Gama Lumajang, Ratna Wijayanti Daniar Paramita, SE.MM (keempat dari kanan) Menyerahkan Bibit Pohon Kepada Perwakilan Masyarakat Ranu Bedali Didampingi Unsur Muspika Setempat.

WiGa,-  Keseimbangan alam yang kian terancam  menggugah STIE Widya Gama  Lumajang untuk  turut peduli terhadap alam.  Dalam aksi nyata yang bertajuk ‘ Membangun Generasi Muda Sadar Akan Kelestarian Lingkungan ‘, Ketua STIE Lumajnag Ratna Wijayanti Daniar Paramita, SE. MM memimpin langsung penanaman 3 ribu pohon di  kawasan Ranu Bedali, Klakah Lumajang, Minggu (26/11/2017).   Penanaman ini  merupakan rangkaian dari Dies Natalis  Mahapastie  (Mahasiswa Pecinta Alam STIE Widya Gama Lumajang) ke – 30. Diawali dengan penyerahan Pohon kepada perwakilan masyarakat setempat didampingi  jajaran Muspika.

 

Ketua STIE Widya Gama Lumajang, Ratna Wijayanti, SE. MM   mengatakan, pihaknya sebagai pimpinan  lembaga pendidikan tinggi sebagai bagian dari unsur masyarakat merasa terpanggil untuk turut peduli terhadap alam. ‘’ Alam semakin tidak berimbang,  di sini  menuntut  masyarakat perguruan tinggi  ambil bagian untuk melakukan aksi nyata,’’ ungkap  mahasiswa Program Doktor, Universitas  Jember. Seraya mengharapkan agar  aksi  nyata  memperoleh respon dari unsur masyarakat yang lain dengan turut memelihara secara  berkesinambungan. ‘’  Apa yang dilakukan ini  adalah investasi jangka panjang, sehingga perlu  kepedulian berbagai pihak,’’  harapnya.

Sementara itu, praktisi lingkungan hidup, Mochammad Taufiq SH.MH  mengungkapkan  aksi nyata  dari STIE Widya Gama Lumajang ini  perlu diikuti oleh pendidikan tinggi lainnya. ‘’ Aksi ini sangat positif dan perguruan tinggi  menjadi bagian dari tanggung  jawab terhadap  kelestarian alam dan lingkungan ini,’’   katanya. Jangan sampai, kata Taufiq  karena belum muncul kesadaran menimbulkan ketidak seimbangan yang semakin parah.  Seraya  mengingatakan akan ungkapan ‘ Ketika Ikan Terakhir Ditangkap, Ketika Air Danau Dikosongkan dan Ketika Pohon  Terakhir Ditebang, Manusia Baru Menyadari Jika Uang  Tidak Dapat Dimakan ‘. (Nul)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *